13 Penjelasan Model-model Komunikasi Menurut Para Ahli Lengkap, Cek Disini!

13 penjelasan model-model komunikasi
Loading...

Riski Firmanto

Masih dalam tahap menuju Sarjana Ilmu Komunikasi Universitas Lampung

13 Penjelasan Model-model Komunikasi Menurut Para Ahli Lengkap Untuk Mata Kuliah Teori Komunikasi

13 PENJELASAN MODEL-MODEL KOMUNIKASI

Komunikasi memiliki berbagai macam model, Dalam hal ini penulis akan mengupas serta menjelaskan 13 model komunikasi. Penjelasan Model-model komunikasi tersebut berguna untuk mengidentifikasikan unsur-unsur komunikasi dan bagaimana unsur-unsur tersebut berhubungan satu sama lain. setiap model-model tersebut memiliki kekhasan masing-masing, kekhasan model dipengaruhi oleh latar belakang keilmuwan (pembuat) model tersebut. Selain itu kekhasan model juga dipengaruhi oleh paradigma yang digunakan, kondisi teknologis, dan zaman yang sedang dilalui. Dari sekian banyak model komunikasi yang ada, beberapa model komunikasi yang populer akan dibahas pada paper ini.

1. Model S-R

Model komunikasi ini menggambarkan hubungan antara stimulus dan respon. Model S-R merupakan model komunikasi yang paling dasar. Model ini dipengaruhi oleh psikologi, khususnya yang beraliran behavioristik dan juga menunjukkan komunikasi sebagai proses aksi reaksi yang sangat sederhana. Model S-R mengasumsikan bahwa kata-kata verbal (lisan-tulisan), isyarat-isyarat nonverbal, gambar-gambar, dan tindakan-tindakan tertentu akan merangsang orang lain untuk memberikan respon dengan cara tertentu.

Proses memiliki sifat timbal-balik(Fead back) dan mempunyai sangat banyak serta bermacam efek. Setiap efek yang dihasilkan dapat mengubah tindakan komunikasi (communication act) pada setiap langkah selanjutnya. Namun pola S-R ini juga dapat berlangsung negatif. Model S-R mengabaikan komunikasi sebagai suatu proses, khususnya yang berkenaan dengan faktor mansusia. Terdapat asumsi bahwa perilaku (respons) manusia dapat diramalkan. Jadi dapat disimpulkan bahwa komunikasi dianggap statis, manusia dianggap berperilaku karena kekuatan dari luar (stimulus), bukan berdasarkan kehendak, keinginan, atau kemauan bebasnya.

Loading...
13 penjelasan model-model komunikasi s-r
Model S-R

Baca Juga: Peran Humas Di Organisasi Pemerintahan Dan Perusahaan Dalam Mengatasi Konflik internal

2. Model Aristoteles

Aristoteles adalah filosof Yunani, tokoh paling dini yang mengkaji komunikasi, yang intinya adalah persuasi. Ia berjasa dalam merumuskan model komunikasi verbal pertama, maka dari itu model ini adalah model yang paling klasik atau disebutbjuga model retoris. Oleh karena itu. Proses komunikasi terjadi ketika ada seorang pembicara berbicara kepada orang lain atau khalayak lain dala rangka merubah sikap mereka.

Dalam Hal ini Aristoteles setidaknya mengemukakan tiga buah unsur yang harus berada di dalam proses suatu komunikasi :

  1. Pembicara (speaker)
  2. Pesan (message)
  3. Pendengar (listener)
penjelasan model-model komunikasi teori aristoteles
Model Aristoteles

Baca Juga: Peran Komunikasi Antar Pribadi Dalam Membangun Hubungan Yang Harmoni

Fokus komunikasi yang ditelaah Aristoteles adalah komunikasi retoris atau public speaking/pidato, Aristoteles tertarik menelaah sarana persuasi yang paling efektif dalam pidato. Menurut Aristoteles, persuasi dapat dicapai oleh :

Loading...
  1. Siapa Anda (etos-kepercayaan anda)
  2. Apa argumen Anda (Logos-logika dalam pendapat Anda)
  3. Dengan memainkan emosi khalayak (pathos-emosi khalayak).

Seperti model S-R, model komunikasi Aristoteles juga sangat sederhana, karena bahwa komunikasi dipandang sebagai suatu yang statis dan tidak mempedulikan saluran, umpan balik, efek, dan kendala-kendala. Disanping itu, model ini juga berfokus pada komunikasi yang disengaja (komunikator mempunyai keinginan secara sadar untuk merubah sikap orang lain).

3. Model Laswell

Model ini merupakan sebuah pandangan umum tentang komunikasi yang dikembangkan dari batasan ilmu politik yang berupa ungkapan verbal seperti Who say what in which channel to whom with what effect?. Seperti namanya, model ini dikemukakan oleh Harold Lasswell tahun 1948, model ini menggambarkan proses komunikasi dan fungsi-fungsinya didalam masyarakat. Ketiga fungsi tersebut antara lain:
• Pengawasan lingkungan,
• Korelasi dari banyaknya elemen terpisah dalam masyarakat dalam merespon lingkungan hidupnya.
• Transmisi warisan sosial.

Model Lasswell sering diterapkan dalam komunikasi massa. Model tersebut menjelaskan bahwa terdapat lebih dari satu saluran yang dapat membawa pesan. namun, model ini dikritik karena dianggap terlalu menyederhanakan masalah akan, akan tetapi model Lasswell memfokuskan perhatiannya pada aspek-aspek penting komunikasi. Banyak yang mengatakan bahwa model ini merupakan versi verbal dari model Shannon dan Weaver. Model ini melihat komunikasi sebagai transmisi pesan yaitu mengungkapkan isu “efek” dan bukannya “makna”. Efek secara tidak langsung menunjukkan adanya perubahan yang bisa diukur dan diamati pada penerima.

Loading...

Baca Juga: Pengertian Public Relation Fungsi Kode Etik Dan Tujuannya Dalam Komunikasi

4. Model Shannon dan Weaver

Seperti namanya, model ini dikemukakan oleh Claude Shannon dan Warren Weaver pada tahun 1949 dalam buku The Mathematical Theory of Communication. Model ini juga sering disebut model matematis yang memiliki pengaruh paling kuat atas model dan teori komunikasi lainnya. Model ini terdiri dari lima elemen :
a) Information Source adalah yang memproduksi pesan.
b) Transmitter yang menyandikan pesan dalam bentuk sinyal.
c) Channel adalah saluran pesan.
d) Receiver adalah pihak yang menguraikan pesan dari sinyal.
e) Destination adalah dimana pesan sampai.

Suatu konsep penting dalam model ini adalah gangguan (noise), yakni setiap rangsangan tambahan dan tidak dikehendaki yang dapat mengganggu kecermatan pesan yang disampaikan. Model ini diaplikasikan dari konteks-konteks komunikasi yang lain seperti komunikasi antar pribadi, komunikasi kelompok, komunikasi publik atau komunikasi massa


penjelasan model model komunikasi bagian 4

Model Shannon dan Weaver

5. Model Schramm

Wilbur Schramm membuat serangkai model komunikasi, dimulai dengan model komunikasi manusia yang sederhana (1954), lalu model yang lebih rumit yaitu memperhitungkan pengalaman dua individu yang mencoba berkomunikasi, hingga ke model komunikasi yang dianggap interaksi dua individu. Menurut Ahli Komunikasi,Schram komunikasi selalu membutuhkan minimal tiga unsur yang terhubung :

  1. Sumber, bisa berupa :
    • Seorang individual berbicara, menulis, menggambar, bergerak.
    • Sebuah organisasi komunikasi (koran, rumah produksi, televisi).
  2. Pesan, dapat berupa goresan tinta dalam kertas, sinyal-sinyal lain yang memiliki makna. gelombang suara yang terkandung didalam udara yang tersalurkan, lambaian tangan atau kode fisik lainnya.
  3. Sasaran, meliputi suatu individu yang membaca, mendengarkan, melihat, anggota dari sebuah kelompok, pembaca surat kabar, siswa dalam dunia pendidikannya, mahasiswa dalam perkuliahan, penonton televisi, pendengar radio dll.

Dalam hal ini Schramm melihat komunikasi menjadi usaha yang bertujuan untuk menciptakan suatu commonness antara komunikator dan komunikannya. Hal ini disebabkan karena kata komunikasi berasal dari bahasa latin communis yang artinya sama. Schramm mencoba memperkenalkan konsep field of experience, yang menurut Schramm mempunyai peran yang sangat penting penentuan apakah komunikasi ini nantinya diterima sebagaimana yang diinginkan oleh komunikan. Beliau sangat menekankan bahwa tanpa hadirnya field of experience yang sama, akan menyebakan sedikit kesempatan bahwa suatu pesan nantinya dapat diinterpretasikan dengan tepat.

Baca Juga: Kontroversi Fenomena Joki Skripsi Tugas Makalah Dan Paper Bagi Mahasiswa, Ini Alasannya

Model Schramm merupakan hasil dari pengembangan antara model Shannon dan Weaver. Schramm juga menjelaskan mengenai feedback yang menjadi suatu cara untuk mengatasi masalah noise. Pada model ini, Schramm percaya bahwa ketika komunikan memberikan umpan balik maka ia akan berada pada posisi komunikator (source).

6. Model Newcomb

Theodore Newcomb (1953) melihat komunikasi dari kacamata psikologi sosial. Model tersebut hampir sama dengan diagram jaringan kelompok yang dibuat oleh para psikolog sosial dan merupakan formulasi awal mengenai konsistensi kognitif. Model komunikasi tersebut sering juga disebut model ABX atau model Simetri-Newcomb yang menggambbarkan bahwa seorang A menyampaikan informasi kepada B, mengenai sesuatu X. Dimana A = Source, B= Receiver, dan X = Object/konsep. Dalam model ini lebih mengedepankan bahwa suatu orientasi A (sikap) terhadap B dan terhadap X saling berhubung dan bergantung, dan ketiganya merupakan suatu sistem yang terdiri dari empat orientasi, yaitu:

  1. Orientasi A terhadap X, yang menjelaskan bahwa sikap terhadap X sebagai objek yang harus didekati maupun dihindari dan atribut kognitif (kepercayaan dan tatanan kognitif)
  2. Orientasi A terhadap B, dalam pengertian yang sama
  3. Orientasi B terhadap X
  4. Orientasi B terhadap A
penjelasan model-model komunikasi bagian 6
Model Newcomb

Dalam model Newcomb, komunikasi adalah cara lazim dan efektif yang memungkinkan orang-orang mengorientasikan diri terhadap lingkungan mereka. Model ini juga dikenal sebagai teori keseimbangan.
“AutoBrex situation” nantinya akan memunculkan 6 (Enam) konteks yang terjadi, sebagai berikut:

Baca Juga: Kenapa Mahasiswa Gemar Copy Paste Di Internet? Ini Alasannya

a) Hal ini timbul dalam situasi dimana A dan B saling berhubungan tertarik/suka dan mereka memiliki sikap yang sama terhadap X (Balance)
b) Hal ini timbul dalam situasi komunikasi dimana A dan B saling berhubungan tertarik/suka sama lain namun mereka tidak sependapat tentang X (Imbalance)
c) Hal ini timbul dalam situasi komunikasi dimana A dan saling berhubungan tertarik/suka sama lain dan mereka sama-sama tidak suka terhadap X (Balance)
d) Hal ini timbul dalam situasi komunikasi dimana A dan B tidak memiliki positive attitude (tidak saling suka dianataranya) namun dalam hal lain mereka sama-sama menyukai X (Imbalance).
e) Hal ini timbul dalam situasi komunikasi dimana A dan B sama-sama memiliki negative attitude sekaligus dalam hal ini mereka memiliki pandangan yang berbeda terhadap X (Balance).
f) Hal ini timbul dalam situasi komunikasi dimana A dan B sama-sama tidak suka satu sama lain namun dalam hal ini mereka juga sama-sama tidak ada rasa suka terhadap X (Imbalance).

7. Model Wesley dan MacLean

Pada tahun 1957, Bruce Westley dan Malcolm MacLean yang merupakan teoretikus komunikasi merumsukan suatu model yang mencakup komunikasi antarpribadi dan komunikasi massa, dan memasukkan umpan balik sebagai bagian integral dari proses komunikasi. Model ini memiliki banyak pengaruh dari model yang ada pada modelNewcomb, selain dari model Laswell dan model Shannon dan Weaver.

Mereka menambahkan jumlah peristiwa, gagasan, objek, dan orang yang tidak terbatas, yang kesemuanya merupakan “objek orientasi”, menempatkan suatu pesan C diantara A dan B, dan menyediakan umpan balik. Menurut kedua pakar ini, perbedaan dalam umpan balik inilah yang membedakan komunikasi antarpribadi dengan komunikasi massa. Dalam KAP umpan balik dari penerima bersifat segera, sedangkan dalam komunikasi massa tertunda

Terdapat lima unsur yang berada dalam kandungan model ini, diantaranya sebagai berikut : objek orientasi, penerima, sumber, pesan, serta umpan balik. Model ini juga mencakup beberapa konsep penting: umpan balik, perbedaan dan kemiripan komunikasi antar-pribadi dengan komunikasi massa, dan pemimpin pendapat yang penting sebagai unsur tambahan dalam komunikasi massa. Dalam tingkatan individu model yang dikemukakan Westley dan MacLean tidak pernah membatasinya.

Baca Juga: Gerakan Generasi Milennial Indonesia Dalam Memberantas Hoax

Bahkan, mereka menekankan bahwa penerima mungkin suatu kelompok atau suatu lembaga sosial. Menurut mereka, setiap individu, kelompok atau sistem mempunyai kebutuhan untuk mengirim dan menerima pesan sebagai sarana orientasi terhadap lingkungan.

Penjelasan model-model komunikasi bagian 7

Model Wesley dan MacLean

8. Model Gerbner

Model Gerbner (1956) merupakan perluasan dari model Lasswell. Model ini terdiri dari model verbal dan model diagramati.
Model verbal Gerbner terdiri adalah sebagai berikut:
• Seeorang (sumber, komunikator)
• Mempersepsi suatu kejadian
• Dan bereaksi
• Dalam suatu situasi
• Melalui suatu alat
• Untuk menyediakan materi
• Dalam suatu bentuk
• Dan konteks
• Yang mengandung isi
• Yang mempunyai suatu konsekuensi

Dalam Model Gerbner memperlihatkan bahwa seseorang itu mampu mempersepsi suatu kejadian serta mengirimkan pesan kepada suatu transmitter yang gilirannya mengirimkan sinyal kepada penerima tersebut.

9. Model Berlo

Model ini dikemukakan oleh David K. Berlo pada tahun 1960. Model ini dikenal dengan model SMCR yang hanya memperlihatkan komunikasi satu arah dan terdiri dari empat komponen utama, yaitu sumber, pesan, saluran, dan penerima. Akan tetapi pada masing-masing komponen tersebut ada sejumlah faktor kontrol. Menurut model ini, sumber dan penerima pesan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu keterampilan komunikasi, sikap, pengetahuan, sistem sosial, dan budaya.

Baca Juga: Pengertian Privasi Dan Konfidentialitas Dalam Etika Komunikasi dan Kepentingan Umum

Salah satu kelebihan model Berlo yaitu model ini tidak terbatas pada komunikasi publik atau komunikasi massa, namun juga komunikasi antarpribadi dan berbagai bentuk komunikasi tertulis. Namun, model Berlo juga memiliki keterbatasan, model ini menyajikan komunikasi sebagai fenomena yang statis ketimbang fenomena yang dinamis dan terus berubah. Selain itu, umpan balik yang diterima oleh pembicara dari khalayak tidak dimasukkan dalam model grafiknya, dan komunikasi nonverbal tidak dianggap penting dalam mempengaruhi orang lain.

10. Model DeFleur

Model ini dikemukakan oleh Melvin L. DeFleur. DeFleur mengatakan bahwa model ini merupakan perluasan dari model-model komunikasi lainnya khususnya model Shannon dan Weaver.

Model tersebut menggambarkan model komunikasi massa ketimbang komunikasi antarpribadi. Modelnya merupakan perluasan dari model-model yang dikemukakan para ahli lain, dengan memasukkan perangkat media massa dan perangkat umpan balik. Ia menggambarkan sumber, pemancar, penerima dan sasaran sebagai fase-fase terpisab dalam proses komunikasi massa.

Model Teori Melvin De Fleur :

Penjelasan model-model komunikasi bagian 10

Model Teori Melvin De Fleur

Penjelasan model teori De Fleur

“Intinya dalam teori ini terdapat elemen yang bernama feedback, yaitu dimana penerima dapat memberikan feedback kepada pemancar. Salah satu contoh yang bisa kita ambil yakni dari tayangan berita “Top Nine News” di siarkan pada statsiun televise Metro TV, dimana penerima dapat memilih berita yang diinginkannya sehingga bisa memberikan feedback tentang berita yang dipilih.”

Teori De Fleur terhadap Hubungan Sosial :

Menurut De Fleur, hubungan sosial secara informal berperan penting dalam merubah perilaku seseorang ketika diterpa pesan komunikasi massa. Pesan disampaikan melalui perantara (tidak langsung) atau opinion leader. Opinion leader adalah orang-orang dalam pandangan atau system informal mampu mempengaruhi tindakan atau sikap orang yang lain, baik bagi mereka yang memang sedang mencari informasi (opinion seeker) atau hanya sekedar menerima informasi (opinion recipient) yang ada.

Dalam kenyataanya pesan-pesan komunikasi massa jauh lebih berpengaruh sehingga diterima individu lewat hubungan personal dibanding langsung dari media massanya.

Kelemahan Teori De Fleur :

-Penyampaian komunikasi ini mau tidak mau wajib melalui opinion leader.
-Media massa tidak begitu mempunyai pengaruh, karena masyarakat lebih mendahulukan dan menerima opini dari opinion leader.

11. Model interaksional

Model ini berlawanan dengan model stimulus-respons (S-R) dan beberapa model linier lainnya. Selain itu model-model tersebut mengasumsikan bahwa manusia sebagai pasif, serta model interaksional ini lebih menganggap manusia jauh lebih aktif. Pada Model interaksional akan merujuk ke model komunikasi yang dikembangkan oleh para ilmuwan sosial dimana dalam hal ini menggunakan perspektif interaksi simbolik, dari tokoh utamanya George Herbert Mead.

Menurut model ini, orang-orang yang melakukan komunikasi adalah orang-orang yang mengembangkan potensi manusiawinya melalui interaksi sosial, tepatnya melalui pengambilan peran orang lain (role talking). Diri (self) berkembang melalui interaksi dengan orang lain, yang di awali dengan lingkungan terdekatnya seperti keluarga (significant others) dalam suatu tahap yang disebut tahap permainan (play stage) serta berlanjut menuju ke lingkungan yang lebih luas (generalized others) dalam suatu tahap yang kita sebut tahap pertandingan (game stage). Dalam interaksi itu, individu selalu melihat dirinya melalui perspektif (peran) orang lain. maka konsep diri pun tumbuh berdasarkan bagaimana orang lain memandang diri individu tersebut.

penjelasan model-model komunikasi bagian 11

Model Interaksional

12. Model Tubbs

Model ini menggambarkan komunikasi paling mendasar, yaitu komunikasi dua-orang (diadik). Meski dalam model ini komunikator 1 dan komunikator 2 juga mempunyai unsur-unsur yang sama termasuk dalam definisinya : pesan, masukan, gangguan, penyaring, saluran, unsur-unsur tersebut tetap berada dalam muatannya.

penjelasan model-model komunikasi bagian ke 12
Model Tubbs

13. Model Gudykunst dan Kim

Model komunikasi ini dikembangkan oleh Stewart L. Tubbs. Model ini merupakan model komunikasi antarbudaya.Pada dasarnya model yang ini sangat sesuai untuk komunikasi tatap muka, khususnya antara dua orang atau lebih. Model komunikasi ini mampu merepresentasikan komunikasi yang terjadi pada setiap orang, karena pada dasarnya kita mengetahui bahwa tidak ada dua orang yang mempunyai budaya, sosial budaya dan psikobudaya yang sama persis diantara mereka.

Yang menjadi unsur dalam melengkapi model ini salah satunya yaitu lingkungan. Lingkungan mempengaruhi kita dalam menyandi dan menyandi-balik pesan. pesan tersebut dapat berupa pesan verbal, juga nonverbal, bisa disegaja ataupun tidak disengaja. Salurannya adalah alat indera, terutama pendengaran, penghlihatan, dan perabaan. Gangguan dalam model Tubbs terbagi menjadi dua, yaitu gangguan teknis dan gangguan semantik.

Model komunikasi Gudykunst dan Kim membuat kita mampu memahami serta mengenal budaya lain secara lebih mendalam. Dengan adanya komunikasi Gudykunst and Kim kita juga akan lebih dalam mempelajari serta mengetahui latar belakang suatu suku , lingkungan, budaya , agama , pendidikan , dan lain sebagainya .Namun dalam model komunikasi ini seringkali malah memunculkan kesalahpahaman dan konflik akibat perbedaan latar belakang budaya yang ada.

penjelasan model-model komunikasi bagian ke 13

Model Gudykunst dan Kim

Dalam ilmu komunikasi sebenarnya terdapat ratusan model komunikasi. Setiap model memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Setiap model diukur berdasarkan kemanfaatannya saat kita hadapkan dengan dunia yang nyata, khususnya ketika digunakan untuk menyaring suatu data dalam sebuah penelitian.

Bagikan Artikel Ini:

5 thoughts on “13 Penjelasan Model-model Komunikasi Menurut Para Ahli Lengkap, Cek Disini!”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *