Peran Humas Di Organisasi Pemerintahan Dan Perusahaan Dalam Mengatasi Konflik internal

peran humas di organisasi pemerintahan
Loading...

Riski Firmanto

Masih dalam tahap menuju Sarjana Ilmu Komunikasi Universitas Lampung

Peran Humas Di Organisasi Pemerintahan Dan Perusahaan Dalam Mengatasi Konflik internal

Dalam Hal ini penulis akan mengulas mengenai peran humas di organisasi Pemerintahan, perusahaan dan kampus dalam mengatasi sebuah konflik yang terjadi pada sebuah organisasi, termasuk didalamnya adalah konflik internal. Dalam suatu organisasi termasuk pemerintahan , perusahaan atau bahkan organisasi kampus, pasti memiliki seorang atau beberapa humas didalamnya.

Baca Juga: Pengertian Public Relation Fungsi Kode Etik Dan Tujuannya Dalam Komunikasi

Perubahan merupakan usaha untuk mewujudkan keadaan yang diharapkan. Perubahan biasanya berorintasi ke arah yang positif. Di dalam organisasi perubahan-perubahan gencar dilakukan demi keberlangsungan organisasi yang lebih baik. Namun perubahan di dalam organisasi tidak selalu dapat diterima oleh anggotanya, beberapa perubahan justru memicu timbulnya konflik.

Timbulnya konflik juga dapat terjadi karena kesalahan dalam manajemen sehingga mengakibatkan kesenjangan yang terjadi di antara pihak-pihak yang bekonflik yang mengakibatkan berkurangnya komunikasi diantara mereka. Dan juga konflik bisa timbul karena perbedaan pendapat diantara anggota organisasi, namun perbedaan pendapat tidak selalu berarti keinginan yang berbeda pula.

Loading...

Baca Juga: Makalah Etika Kehumasan: Kode Etik Humas Pada Pemerintah Kota Jambi

Maka dari itu tidak benar jika konflik selalu berdampak negatif bagi organisasi, beberapa konflik justru sengaja dibuat untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi kinerja organisasi. Konflik semacam ini disebabkan oleh target organisasi yang mereka buat.

Pada kenyataannya konflik memang tidak bisa dihindari dalam suatu organisasi yang sarat akan suatu interaksi. Namun yang harus diperhatikan adalah pengeloaan dan penanganan konflik yang tepat agar tidak merusak dan mempengaruhi tujuan dari organisasi.

Maka dari itu diperlukan keberadaan lembaga Humas (Hubungan Masyarakat) dalam setiap organisasi. Humas atau yang sering disebut dengan PR (Public Relations) memiliki tugas dalam menciptakan citra positif suatu organisasi, selain itu humas juga berfungsi sebagai penghubung antara organisasi dengan masyarakat (Stake Holder), peran lain humas yang tidak kalah penting yaitu mengelola dan menangani konflik di dalam sebuah organisasi.

Loading...

Baca Juga: Kedudukan, Fungsi, Strategi Humas atau Public Relation Dalam Organisasi

Sebelum membahas mengenai peranan humas dalam menangani dan mengelola konflik didalam suatu organisasi, terlebih dahulu kita harus mengetahui definisi humas, konflik, dan faktor penyebab konflik. Kita ketahui bahwa Humas adalah Usaha untuk menciptakan hubungan yang harmonis antara satu badan atau organisasi dengan masyarakat melalui suatu proses komunikasi timbal balik atau dua arah. Hubungan yang baik dan harmonis ini bermula karna munculnya  mutual understanding, mutual confidence serta image (gambaran) yang baik. Ini menjadi pedoman agar mampu ditempuh oleh Humas atau Public Relation untuk mencapai hubungan yang harmonis.

Dari definisi tersebut dapat dikatakan bahwa Humas memiliki peran dalam menciptakan hubungan yang baik dan harmonis antara organisasi dengan publiknya, dari hubungan yang harmonis itulahakan timbul citra atau image yang positif didalam suatu organisasi. Selain itu humas juga memiliki fungsi khusus dalam membangun sikap saling pengertian antara organisasi dan publiknya sehingga tercipta hubungan yang harmonis dengan pihak internal (dalam organisasi) dengan pihak eksternal (publik).

Baca Juga: Pengertian Humas dan Tujuannya Dalam Kegiatan Komunikasi

Fungsi humas lain yang tidak kalah penting adalah mengelola dan menangani konflik di dalam suatu organisasi. Diperlukan kepekaan seorang humas dalam penanganan konflik yang tepat sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan dan juga tidak merubah tujuan dari organisasinya.

Loading...

            Definisi konflik menurut Robbins (2006) dalam “Organization Behavior” menjelaskan bahwa konflik adalah suatu proses interaksi yang terjadi akibat adanya ketidaksesuaian antara dua pendapat (sudut pandang) yang berpengaruh atas pihak-pihak yang terlibat baik pengaruh positif maupun pengaruh negatif.

Robbins (2006)

Sedangkan menurut Luthans (1981) konflik adalah kondisi yang ditimbulkan oleh adanya kekuatan yang saling bertentangan. Kekuatan kekuatan ini bersumber pada keinginan manusia.

Luthans (1981)

Baca Juga: Bingung Pilih Jurusan? Ini 11 Alasan Terlengkap Memilih Jurusan Ilmu Komunikasi

Dari beberapa definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa konflik merupakan pertentangan yang terjadi antar individu atau kelompok yang disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya yaitu perbedaan pendapat didalam individu. Begitu juga dengan konflik yang ada di organisasi memiliki penyebab yang beragam mulai dari kesalahan dalam manajemen hingga perbedaan pendapat diantara anggota organisasi, namun perbedaan pendapat tidak selalu memiliki keinginan yang berbeda pula. Maka dari itu tidak benar jika konflik selalu berdampak negatif bagi organisasi, beberapa konflik justru sengaja dibuat untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi kinerja organisasi.

Secara garis besar terdapat dua pandangan mengenai konflik, pandangan pertama yaitu pandangan tradisional yang menganggap bahwa konflik hanya memberikan dampak negatif bagi organisasi sehingga konflik merupakan hal yang harus dihindari, sedangkan menurut pandangan yang kedua yaitu pandangan modern mengatakan bahwa terjadinya konflik didalam suatu organisasi memiliki dampak positif dan negatif.

Baca Juga: Ini Ciri-ciri Paling Khas Mahasiswa Ilmu Komunikasi

Usaha dalam penanganan konflik harus berupaya untuk memberikan hal-hal yang baik dan mengurangi hal-hal yang buruk. Menurut pandangan ini konflik sebenarnya dapat memberikan manfaat yang besar bagi organisasi. Pengembangan konflik yang positif digunakan sebagai ajang adu pendapat sehingga timbulah pendapat yang menjadi dasar perubahan organisasi tersebut. Pada kenyataan nya konflik memang tidak bisa dihindari dalam suatu organisasi yang sarat akan suatu interaksi, selama seseorang masih bisa mentolerir dan dapat mengendalikan konflik tersebut ke arah yang baik, tentu saja keberadaan konflik tidak menjadi masalah dan tidak selalu harus dihindari. Suatu konflik didalam organisasi dapat terjadi karena beberapa hal.

Sebelum melakukan penanganan dan pengelolaan konflik, seorang humas harus mengetahui terlebih dahulu faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya konflik sehingga terdapat penanganan yang tepat. Penyebab- penyebab terjadinya konflik antara lain:

Perbedaan pendapat dalam organisasi

Suatu konflik dapat terjadi karena perbedaan pendapat. Seyogyananya perbedaan pendapat tidak selalu diartikan sebagaai perbedaan keinginan, namun terkadang perbedaan pendapat yang terlalu tajam dapat menjadi penyebab timbulnya konflik didalam suatu organisasi. Perbedan pendapat  merupakan hal yang wajar, setiap orang didalam organisasi tentunya memliki pemikiran dan pendapat yang berbeda-beda, namun bila tidak dapat dikelola dengan baik maka hal tersebut dapat menjadi pemicu timbulnya konflik.

Salah paham dalam organisasi

Kesalahpahaman juga dapat memicu timbulnya konflik didalam organisasi. Biasanya kesalahpahaman tersebut terjadi diantara anggota-anggota organisasi. Misalnya seseorang yang memiliki tujuan yang baik, namun karena cara yang kurang tepat  hal tersebut dianggap merugikan bagi orang lain.

Tugas-tugas anggota yang saling bergantung antara satu sama lain

Didalam organisasi ketergantungan kegiatan-kegiatan kerja merupakan hal yang wajar. Ketergantungan tersebut dapat memicu terjadinya konflik ketika anggota-anggota yang terlibat diberi terlalu banyak diberi pekerjaan. Sehingga timbul berbagai macam tekanan yang membuat mereka akan saling menyalahkan dan saling melempar tanggung jawab. Selain itu konflik juga akan terjadi apabila anggota-anggota tersebut memiliki tugas yang sama, namun penghargaan-penghargaan yang diberikan berbeda.

Perasaan yang terlalu sensitif

Setiap orang tidak selalu memiliki mood yang baik, terkadang seseorang menjadi sangat sensitif sehingga diaggap menjengkelkan bahkan merugikan orang lain. Perasaan yang terlalu sensitif inilah yang dapat memicu timbulnya konflik didalam organisasi.

Pembagian sumber daya yang terbatas

Sumber daya yang terbatas dapat memicu timbulya konflik didalam organisasi. Hal tersebut terjadi karena beberapa anggota mendapatkan bagian yang lebih sedikit daripada yang mereka inginkan atau butuhkan, anggota-anggota organisasi akan bersaing untuk memperebutkan bagian terbesar dari sumber daya yang ada.

Perbedaan-perbedaan tujuan masing-masing individu dalam organisasi

Tugas tidak sama yang dimiliki anggota organisasi dapat menimbulkan perbedaan-perbedaan tujuan organisasi sehingga dapat mengakibatkan konflik kepentingan, meskipun pada dasarnya tujuan organisasi telah disetujui terlebih dahulu.

Salah satu atau kedua belah pihak merasa dirugikan

Tindakan yang kurang tepat juga dapat menjadi pemicu timbulnya suatu konflik karena dianggap merugikan orang lain. Orang atau pihak yang merasa dirugikan akan merasa kurang enak bahkan timbulnya rasa benci. Dari perasaan-perasaan itulah yang menjadi penyebab timbulnya konflik.

Sifat-sifat Individu

Tanpa kita sadari terjadinya konflik juga dapat dikarenakan kesengajaan. Banyak anggota organisasi yang menyukai konflik dan perdebatan. Bila hal ini dapat dikendalikan dengan baik tentu saja kemampuan anggota organisasi dalam beerfikir secara maju akan bertambah.

Dari beberapa penyebab timbulnya konflik tersebut dapat kita lihat bahwa sebagian besar konflik yang terjadi didalam organisasi adalah konflik antar individu yang memiliki kepribadian yang berbeda. Terjadinya konflik antar individu dapat berpengaruh besar terhadap keberlangsungan sebuah organisasi, maka dari itu diperlukan peran humas dalam perrmasalahan ini, seorang humas harus dapat mengambil langkah yang tepat dalam pengelolaan dan penanganan konflik tersebut sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan dan juga tidak mengganggu kestabilitasan sebuah organisasi.

Baca Juga: Analisis Media Sosial, Penggunaan Instastory Sebagai Media Curhatan Remaja Indonesia

Dalam penanganan sebuah konflik yang terjadi didalam suatu organisasi, seorang humas harus mengetahui terlebih dahulu penyebab konflik tersebut sehingga dapat menggunakan penanganan yang tepat. Seorang humas harus mengidentifkasi permasalahan pemicu konflik sehingga timbul langkah-langkah yang tepat. Selain itu humas juga perlu melakukan pendekatan persuasif kepada pihak yg berkonflik. Seorang humas dituntut memiliki kepekaan yang lebih mengenai keberadaan suatu konflik sehingga konflik tersebut tidak terjadi secara berlarut-larut dan mengganggu keberlangsungan suatu organisasi.

Langkah-langkah yang harus dilakukan seorang humas dalam menangani konflik adalah mengidentifikasi penyebab konflik, pengidentifikasian penyebab konflik diperlukan agar terjadi penanganan yang tepat. Seorang humas harus mengetahui apa penyebab utama konflik yang terjadi dan siapa saja pihak yang terlibat dalam konflik tersebut. Setelah mengetahui penyebab timbulnya konflik, seorang humas harus melakukan pendekatan persuasi kepada pihak yang berkonflik.

Baca Juga: Jangan Khawatir, Ini Ulasan Prospek Kerja Lulusan Ilmu Komunikasi Lengkap Yang lagi Hits

Seorang humas harus mampu menjadi mediator dalam suatu konflik, humas dituntut memiliki pikiran yang terbuka sehingga tidak berat sebelah terhadap pihak yang berkonflik. Setelah melakukan pendekatan kepada pihak yang berkonflik humas harus mencari solusi penanganan konflik tersebut. Pencarian solusi bisa juga dengan cara melalukan perundingan dengan pihak yang berkonflik agar solusi tersebut tidak merugikan pihak manapun. Langkah terakhir yang haru dilakukan humas dalam menangani konflik adalah dengan cara melakukan evaluasi untuk mengetahui permasalahan yang harus deiperhatikan lebih lanjut.

Dari berbagai cara tersebut dapat disimpulkan  bahwa peran humas di dalam suatu organisasi sangatlah penting, terutama dalam menangani konflik. Seorang humas dituntut memliki kemampuan manajerial atau kepemimpinan yang baik untuk mengantisipasi masalah yang ada didalam ataupun diluar sebuah organisasi.

Baca Juga: Ulasan Lengkap Manipulasi Media, Propaganda, Ideologi, Kesadaran Palsu Dan Materi Lainnya

Kedudukan humas yang berada disamping top management membuat humas memiliki keleluasaan dalam melakukan komunikasi kepada pihak atasan maupun bawahan. Dengan kedudukan yang strategis tersebut seorang humas dapat membina relasi secara baik kepada pihak atasan maupun pihak bawahan. Dengan demikian seorang humas harus mampu menguah image konflik yang dianggap selalu memliki dampak negatif kearah inovasi dan perubahan, sehingga konflik tidak harus menjadi hal yang selalu dihindari.

Sumber Referensi


Bagikan Artikel Ini:

4 thoughts on “Peran Humas Di Organisasi Pemerintahan Dan Perusahaan Dalam Mengatasi Konflik internal”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *