Kontroversi Fenomena Joki Skripsi Tugas Makalah Dan Paper Bagi Mahasiswa, Ini Alasannya

alasan mahasiswa joki skripsi dan joki tugas
Loading...

Riski Firmanto

Masih dalam tahap menuju Sarjana Ilmu Komunikasi Universitas Lampung

A PHENOMENOLOGICAL STUDY : ALASAN MAHASISWA MELAKUKAN JOKI UNTUK TUGAS, SKRIPSI, MAKALAH, DAN PAPER.

Penulis : Chaerani Agustin, President University, Cikarang, Jababeka, Indonesia
Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Public Relations
E-mail : chaerani98@gmail.com

Abstrak

Dalam dunia perkuliahan pasti sudah tidak asing lagi dari kata JOKI / bayar pengerjaan tugas dengan orang lain salah satunya joki skripsi. Pasti diantara mereka memiliki alasan tersendiri untuk melakukan hal tersebut, ketika alasan mereka bermunculan karena sibuk dalam suatu hal, sehingga melakukan joki kepada kerabatnya tanpa mengerjakan sendiri, atau pun meminta kepada adik kelas di tempat kuliah nya untuk menyelesaikan tugas yang diberikan dosen kepada senior tersebut. Sebenarnya dalam menggunakan JOKI / bayar pengerjaan tugas dengan orang lain bisa menambah pemasukan bagi yang mengerjakan tugas tersebut dengan biaya yang tidak murah dapat menjadikan kisaran 500 ribu hingga jutaan, dikarenakan, biaya pemikiran akal untuk ide kreatif tidak bisa dibayar murah, pengeluaran tenaga untuk berfikir dan waktu yang disediakan untuk mengerjakan demi memberikan penilaian yang lebih baik kepada client joki tersebut.

Baca Juga: Kenapa Mahasiswa Gemar Copy Paste Di Internet? Ini Alasannya

Dengan adanya permulaan ini, akan berkelanjutan dari senior satu kepada senior lainnya untuk melakukan JOKI terhadap adik kelasnya, sebetulnya penggunaan JOKI sangat membuat yang diberikan tanggung jawab menjadi malas akan bekerja sendiri, merasa telah dilakukan oleh orang lain, hanya menerima hasil bersih dan mendapatkan nilai oleh dosen, hal buruk yang terjadi, semakin banyak pembodohan terjadi kepada dirinya, karena tidak mengerjakan dengan pemikiran ide sendiri. Seketika ada masanya dipertanggungjawabkan untuk jawaban yang mereka dapatkan dan tidak bisa menjelaskan apa tercantum dalam tulisan tersebut. Menjadikan pertanyaan besar, apabila JOKI tugas atau pun skripsi, tidak hanya itu, banyak factor negative yang mendukung dari perlakuan JOKI untuk dirinya sendiri, tidak bisa memanage waktu dan tidak terpakai apa yang telah di berikan oleh dosen ilmu yang didapatkan ketika menggunakan JOKI. Secara automatis akan banyak diantara mereka untuk malas berkontribusi dengan ide nya sendiri, sehingga mereka tidak mau capai dan hanya menerima bersih dengan format uang.

Loading...

Kata Kunci: Joki, Mahasiswa, Senior, Joki Skripsi, Makalah, Skripsi, Tugas.

APA PENGERTIAN DASAR JOKI TUGAS, SKRIPSI, MAKALAH, PAPER?

Menurut kamus bahasa Indonesia, arti kata JOKI adalah ‘’ satu orang yang mengerjakan tugas dan ujian dari client pemberi tanggungjawaban kepada oranglain, dengan menyamar sebagai peserta ujian dan menerima imbalan dari peminta JOKI tersebut, seperti dalam bentuk uang. Dan akan menerima resiko itu sendiri pada peminta imbalan ujian tersebut.’’

Source : https://www.artikata.com/arti-332031-joki.html

Loading...

Kalangan mahasiswa dan mahasiswi pasti akan penuh dengan hujan tugas, skripsi, makalah, dan paper, adapun kebosanan yang melanda diri mereka dalam mengerjakan tugas dan kewajiban dari kampus memberikan apapun untuk mendapatkan nilai tanpa ada rasa capai dan menulis banyak dari penugasan tersebut.

Baca Juga: Bingung Pilih Jurusan? Ini 11 Alasan Terlengkap Memilih Jurusan Ilmu Komunikasi

Kegunaan JOKI bagi kalangan perkuliahan akan sangat banyak dicari dan diminta secara paksa untuk mendapatkan keinginan mereka untuk cepat menyelesaikan tugasnya hanya dengan format pembayaran uang dan selesai, tanpa ingin bercapai dan keringat sendiri. Tetapi kasus ini sudah tidak sulit lagi dikarenakan sudah semakin banyak diantara mereka menggunakan system JOKI untuk kebutuhan mereka, bahwasannya diantara kalangan universitas tidak setiap dosen mengetahui mahasiswa nya apakah itu hasil karya sendiri atau hasil karya oranglain, tanpa memberikan pertanggungjawaban apayang telah tercantum kedalam tulisan tersebut.

Dalam hal ini akan menjadi topic yang kontroversial dikarenakan akan banyak perbedaan pendapat mengenai JOKI bagi mereka yang merasa sering menggunakan system bayar JOKI disbanding dengan pemikiran otak sendiri, ketika mereka merasa tidak menggunakan JOKI akan merasa tidak ada masalah, tapi beda akan lain hal. Dan, mengapa dalam benak diri seorang mahasiswa yang melakukan JOKI untuk kepentingan dirinya? Mari kita ulas dengan pendapat mahasiswa lainnya. Sebelum melakukan penelitian (closed questioner). Penulis ingin menanyakan sedikit pertanyaan untuk dijawab sendiri dari masing – masing diri setiap mahasiswa.

Loading...

‘’bagi kalian apa kegunaan JOKI dan apakah tahu penyebab kedepannya?’’

Ketika penggunaan JOKI tidak sebanding dengan yang dijadikan utama oleh kalangan mahasiswa/I universitas akan sangat tidak baik untuk karir kedepannya, sehingga akan terelak dari diri nya sendiri secara tidak langsung, dikarenakan dari perawalan pelemparan tanggung jawabnya yang sebatas penugasan kuliah hanya untuk diberikan kepada oranglain, tanpa menyelesaikan masalah dengan sendirinya. Kasus ini masih dalam pemberitaan kasus hangat dikalangan mahasiswa yang menggunakan dengan sering untuk tugas dirinya. Tetapi yang menjadikan pertanyaan besar bagi penulis, mengapa diantara mereka lebih mengorbankan uang untuk membayar pengerjaan tugas sendiri kepada oranglain?

Menurut hemat penulis sendiri, sangat disayangkan bila uang tersebut melayang sia-sia hanya untuk membayar orang dalam mengerjakan JOKI, pengalaman penulis dari hasil JOKI hanya untuk memanjakan client untuk mengerjakan suatu tugas, dan melemparkan keseluruhan kepada oranglain, dan itu tidak terjadi hanya satu atau dua orang yang meminta untuk melakukan JOKI kepada penulis, sehingga dengan terjadinya hal ini penulis prefer untuk menghentikan penerimaan JOKI pada saat semester 1 ( satu) dan sangat capai, tetapi nilai yang didapatkan dengan pemasukan pembayaran hasil JOKI tidak memadai, banyak yang melakukan negosiasi saat system pembayaran dan tidak ingin dibayar dengan harga tinggi ( tawar menawar). Dengan terjadinya sedemikian rupa penulis memutuskan tidak lanjut mengerjakan tugas oranglain (JOKI) karena tugas kuliah sendiripun sudah banyak jadi ya focus sama tugas sendiri saja.

Baca Juga: Jangan Khawatir, Ini Ulasan Prospek Kerja Lulusan Ilmu Komunikasi Lengkap Yang lagi Hits

Satu hal yang akan menjadikan factor penghambat untuk mereka yang melakukan hal ini kepada oranglain, menjadikan kalangan muda menjadi malas untuk bekerja sendiri hingga selesai dan hanya menyuruh oranglain untuk menyelesaikan.

Dengan adanya tujuan membuat makalah, skripsi, paper, untuk melatih konsep berpikir setiap mahasiswa di setiap universitas agar tetap menjadikan pola pikir yang tertata, mengetahui apa saja yang dilakukan setiap mahasiswa dengan membuat sebuah penelitian tersebut.

‘’ketika pikiran tidak dilatih secara mendalam, akan terjadi pisau tumpul, sama hal nya tumpul karena tidak pernah diasah, akan tetapi beda hal untuk pikiran yang rutin di asah dengan kemampuan menulis dengan rajin’’

‘’Budayakan membaca dan menulis dengan hal yang menyenangkan jadikan sebagai poin utama untuk mereka melakukan penelitian ataupun hal yang berkaitan dengan membubuhkan karya dari dalam dirinya’’

‘’ jangan membuat malu dunia luar yang sudah sangat maju untuk pendidikan dalam membaca dan membuat sebuah karya orisinalitas dan memiliki hak cipta, jangan sia – siakan sekolah bertingkat tetapi tidak ada hasil yang dibanggakan’’

‘’ masih banyak diluar sana yang ingin melanjutkan kuliah, sekolah, untuk menggapai cita – cita mereka karena terhambat akibat ekonomi dan ketidakmampuan untuk melanjutkan studi pendidikan mereka, bersyukur jika kalian masih dapat mengikuti pendidikan lanjut’’.

Apakah kalian masih ingin mengikuti perbuatan yang ‘’memalukan?’’ untuk menggunakan program JOKI, ingat sebuah ilmu tidak bisa dibayar dengan sepeser uang dan tidak ada jumlah nominal, karena ilmu adalah bersifat kekal maka ketika tidak digunakan dengan sebaik mungkin, sangat disayangkan, sangat miris. Ingat berapa banyak biaya orangtua kalian untuk memberikan jasa biaya untuk membangun kepintaran dan kewajiban kalian untuk belajar dan menggapai cita – cita kalian.

Dalam hal ini, penulis akan membuat sebuah pendapat mengenai mereka yang berpikiran bahwa JOKI adalah hak mereka? Atau pun untuk tidak merasa itu adalah kewajiban dari dirinya sendiri. Beberapa quotes dari beberapa mahasiswa terhadap kasus ini :

HASIL INTERVIEW VIRTUAL DENGAN MAHASISWA MENGENAI JOKI

Memang dengan adanya joki di dunia perkuliahan di anggap biasa, tapi ada masalah mendasar yang muncul yaitu etika akademik. tidak ada jaminan produk joki skripsi, paper atau tugas kampus yang di jual para joki dari orang lain yang telah di beli di manipulasi oleh si pembeli dan di klaim seolah olah hasil karyanya atau di plagiarisme, karena dari sudut HAKI segala hasil karya, maupun hasil karya intelektual itu harus di lindungi, ada beberapa kasus para joki menjual tanpa seizin yang mempunyai filenya, jadi seperti pelanggaran hak cipta, plagiarisme jadi banyak terjadi.

Aku sama sekali gak setuju sama yang namanya JOKI.. iya emang bener, mempermudah pekerjaan kita, tapi ga menutup kemungkinan itu bakal mempersulit kita juga, pas di tanya dosen kita gak tau apa isi dari tugas yang kita buat, karena itu bukan bikinan kita sendiri.. mungkin bahasa nya bukan JOKI kali yaa.. tapi minta tolong bikinin atau ajarin dengan kita juga ikut menyaksikan, itu masih bisa di tolerir..

  1. zaman sekarang semua sudah bisa instan yah hahaaha.. miris sih cuman yah yang punya uang mah bisa dengan mudah sewa joki buat ngerjain tugas tugasnya. tp meskipun aku punya duit banyak tetapi ga pengen nyobain joki-joki begituan hahahaha, ga suka kalo diri sendiri itu ga ada nilai juangnya.
  2. instan
  3. ga pernah dan ga akan mau
  4. yang jelas past mempermudah orang yah, yah namanya juga instan gitu loh. bisa santai santai tapi tugas udah jadi dengan sendirinya 😀 gitu kali ya
  5. ga tau kan ga mau pake gituan hahaha
  6. dosa ke diri sendiri lah intinya. ga usah dampak negatif yang muluk muluk deh, intinya joki begituan kan bisa aja orang ga tau kalo hasil paper si A tuh hasil sewa joki, nah tapi yg ngerasa beban pasti si A nya lah karna dia tau perbuatannya salah. gitu sih menurut aku. hm itupun kalo A nya nyadar yah hahahah, kalo kagak mah yah dia pasti menganggap joki joki ini tuh cuman sebagian kecil dari perbuatan curangnya yang ga akan ketahuan.

Setelah penulis menelaah bahwa ada kontroversial yang terjadi terhadap kasus JOKI di dunia perkuliahan, ketika penulis memberikan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan permasalahan JOKI. Dalam pengambilan suara, hal terbanyak adalah negative (dalam problem JOKI), maka dengan demikian banyak ingin berusaha sendiri dengan keringat sendiri, dan masih merasa percaya diri dengan kemampuannya masing – masing.

Jadi, Bagaimana pendapat kalian tentang fenomena ini? tuliskan di kolom komentar Jurnal Rival ya.

Bagikan Artikel Ini:

34 thoughts on “Kontroversi Fenomena Joki Skripsi Tugas Makalah Dan Paper Bagi Mahasiswa, Ini Alasannya”

    1. Terimakasih yang sudah membaca karya artikel saya
      Semoga bermanfaat
      Mohon maaf kalau banyK kekurangan nya karena mSih pemula

    1. Saya sangat setuju gan dengan statement mu, tapi ya Sulit untuk merubah nya, karena memang kita tidak bisa menutup mata, di google pencarian tentang joki Skripsi aja begitu banyak yang menawarkan

  1. Artikel keren sekali,,pembahasan detail dengan kalimat yang lugas,, memang benar rata2 mahasiswa indonesia pake joki skripsi tapi bukan berarti semua,,,mantep nih blog

    1. Terimakasih sudah berkunjung, terimakasih atas support nya ke tim web jurnal rival. Semoga bisa memberikan tulisan bermanfaat untuk setiap kesempatan selanjutnya

  2. Sisi negatif dari mahasiswa yg menggunakan joki untuk keperluan skripsi sih akan mengakibat mahasiswa tersebut menjadi pribadi yang tidak bertanggung jawab. Skripsi aja ga tanggung jawab, gimana kedepannya? yagitudeh haha
    Nice artikel gan

  3. Saya sangat setuju.. Memang tidak baik menggunakan joki, apalagi masalah pendidikan
    Bagus jeleknya hasil jika dikerjakan dengan jujur akan membuat kelegaan dalam hati kita

  4. Saya tidak setuju sih kalau mahasiswa pakai joki skripsi. Bikin males berusaha. Nanti kalau sudah kerja misalnya, bisa jadi tumbuh menjadi orang yang tipenya lempar kerjaan sembarangan ke orang lain atau bawahan, termasuk lempar kesalahan :p

  5. Kalo menurut gw sih, mau ngejoki sah-sah aja. Tapi yang rugi sebenarnya ya si yang dijokiin yah. Kan itu pengetahuan gunanya buat lo juga, belajar bertanggung jawab untuk diri sendiri lha mustinya. Thanks untuk artikelnya, cukup membuka wawasan buat gw.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *